Penginderaan jauh hiperspektral dan pemetaan, inventarisasi, serta klasifikasi hutan.
Pemetaan komposisi komunitas hutan secara akurat ke dalam berbagai kategori tutupan lahan sangat penting untuk menggunakan model dengan konfigurasi parameter spesifik guna mensimulasikan proses ekologis yang sesuai dengan setiap kategori tutupan lahan. Karakteristik struktural hutan dan tahapan suksesi merupakan faktor kunci dalam pembangunan model celah hutan dan penilaian perubahan fungsi ekosistem. Misalnya, hutan tropis yang beregenerasi dianggap sebagai penyerap karbon dioksida atmosfer yang signifikan.

Gambar 1 Pemantauan hutan
Pemetaan hutan tradisional biasanya bergantung pada metode pengenalan pola spektral, seperti metode klasifikasi terawasi berdasarkan teori diskriminasi kemungkinan maksimum. Data spektral penginderaan jauh banyak digunakan untuk identifikasi tipe tutupan hutan, seperti membedakan antara tipe tutupan luas seperti hutan konifer dan hutan berdaun lebar. Instrumen penginderaan jauh pita lebar utama yang digunakan untuk identifikasi tutupan lahan meliputi Landsat Thematic Mapper (TM), Multispectral Scanner (MSS), dan SPOT High Resolution Visible Spectrometer (HRV). Banyak penelitian telah memanfaatkan alat-alat ini untuk mengklasifikasikan tipe hutan pada resolusi spesies yang lebih tinggi, dengan berbagai tingkat keberhasilan.
Dalam studi terkait, para peneliti mengusulkan serangkaian pita spektral utama berdasarkan data daun yang digunakan untuk menilai karakteristik biokimia tegakan hutan. Pita-pita ini menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik dalam mengoreksi data hiperspektral AVIRIS dan memperkirakan kandungan nitrogen daun serta konsentrasi lignin di plot Hutan Harvard dan Pulau Blackhawk. Hasil tersebut menunjukkan bahwa data hiperspektral lebih unggul daripada data multispektral dalam hal kandungan informasi dan lebih cocok untuk klasifikasi tegakan hutan yang lebih akurat dan teliti.

Gambar 2. Spektrum reflektansi rata-rata dari enam jenis tumbuhan runjung (Buddenbaum et al. 2005)

Gambar 3. Peta klasifikasi hutan Taman Alam Ser

